Nekad bersihkan debu saat mobil sedang melaju, suami istri tewas dibukit tersenyum

SHARE:

Maut dibukit tersenyum,dua orang tewas dan tiga orang luka luka

Sultranews-BONTANG. Kecelakaan maut menimpa satu keluarga Irmansyah (45) di Bukit Tersenyum (dulu Gunung Menangis).
Kejadian di jalan poros Bontang-Samarinda, kemarin (23/6) sekitar pukul 13.00 Wita.

Bermula disaat sopir mobil membersihkan debu yang menempel di kaca depan, mobil Toyota tersebut oleng dan membuat sepasang suami-istri tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Kasat Lantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono menerangkan, kecelakaan lalu lintas di Bukit Tersenyum itu, bermula mobil KT 1454 BA yang dikemudikan AA melaju dari Bengalon, Kutim, menuju Samarinda. Saat melintas di lokasi kejadian, AA bermaksud membersihkan debu di kaca depan. Namun, air wiper tidak berfungsi. “Jadi dia ingin bersihkan secara manual dengan menyiram air mineral,” katanya.

Nahas, ketika tangan kanan AA menyiram kaca, tangan kirinya diduga refleks membanting stir ke pinggir jalan. Sopir tidak sempat mengendalikan laju kendaraan, sehingga menghantam besi pembatas jalan.

Kerasnya benturan membuat besi menembus hingga dua meter ke kabin mobil. Irmansyah (45) yang duduk di sebelah sopir meninggal di lokasi kejadian. Pahanya patah dan mengalami pendarahan akibat terkena besi.

Kartini (36), sang istri, yang duduk di belakangnya juga meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Marangkayu. Warga Spaso Selatan, Kutim itu terjepit akibat kursi depan terlempar. Dari hasil pemeriksaan, kaki kanannya patah. “Kursi depan terlepas dan terangkat,” tutur Irawan.

Sementara Maskinayah (40) yang berada di baris ketiga mengalami patah kaki kanan karena terhempas ke depan. Dia dibawa ke RS AW Sjahranie untuk mendapatkan perawatan intensif.

Nasib lebih beruntung dialami Mila (27) yang duduk di samping Kartini. Dia mengalami luka di bagian kaki. Pun dengan Revan Ricky Ardi (5) yang dipangku Irmansyah. Nyawanya selamat dan hanya mengalami luka memar di pipi kanan. Keduanya dirawat di RSUD Taman Husada, Bontang. “Seluruh penumpang masih berkeluarga. Jadi bukan taksi gelap (angkutan tanpa izin trayek),” ungkapnya.

Dari hasil olah TKP, Irawan mengungkapkan kecepatan mobil sekira 70 sampai 80 kilometer per jam. Speedometer sendiri berada di angka 60 kilometer per jam. “Itu saat benturan, sebelum menabrak di atas itu. Apalagi jalan menurun,” ujarnya.

AA sendiri kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Bontang. “Kami masih penyelidikan. Statusnya masih saksi,” terangnya. Untuk meminimalisasi kecelakaan, Irawan mengaku akan memperbanyak rambu peringatan. Menurutnya, Gunung Menangis merupakan salah satu titik jenuh pengendara. Terutama dari arah Sangatta.

Pengendara juga diminta melakukan 3C sebelum berkendara. Yakni cek kendaraan, cek kesehatan, dan cek jalur. “Jalan poros ini cukup berbahaya. Harus waspada,” imbaunya. Sebelum kecelakaan tersebut, katanya, truk yang mengangkut pasir tak kuat menanjak dan terguling di Km 25. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Berdasar data Polda Kaltim, dari peristiwa yang terjadi sejak 16 Juni hingga kemarin, sudah ada 10 kali kecelakaan lalu lintas di jalur mudik di Kaltim dan Kaltara. Dari kecelakaan itu terdapat korban meninggal dunia sebanyak enam orang, luka berat lima orang, dan luka ringan 10 orang.

Poros Balikpapan-Samarinda-Bontang masih menyandang label jalur tengkorak di Kaltim. Walaupun “kengeriannya” mulai berkurang, di jalan negara ini, khususnya di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura), Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi salah satu titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan, khusus di Jalan Soekarno-Hatta, poros Balikpapan-Bontang, kala mudik tiap tahunnya, tren pengguna kendaraan terus meningkat. Kepadatan di jalur ini tak bisa dihindari. Kondisi inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadi insiden.

Sementara, di Paser, jalan relatif lebar, namun volume kendaraan tak terlalu ramai. Lokasi ini sama dengan poros Samarinda-Bontang-Sangatta. Walau begitu, akses di Paser itu merupakan salah satu yang rawan kecelakaan karena merupakan akses antarprovinsi, Kaltim-Kalsel. Pihaknya pun, kata dia, sudah diterjunkan di titik-titik rawan sepanjang jalur mudik.

Kepala Biro Operasi, Polda Kaltim, Kombes Eko Iswantono, menguraikan, selama arus mudik dan balik tahun ini, 4 ribuan personel gabungan disiagakan. Termasuk menyiapkan pos pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat. “Sudah efektif sejak dua hari lalu (Senin, 19/6),” kata Eko. Selain anggotanya bertugas di sejumlah pos pengamanan, ada pula yang patroli di lingkungan dan perkotaan, khususnya di kompleks perumahan.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menambahkan, selain Polri, personel pengamanan gabungan dari TNI, Satpol PP, Basarnas, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, Orari, Pramuka, dan lainnya terlibat dalam pengamanan dan pelayanan selama mudik Lebaran. “Khusus Polri, semua satuan terlibat, termasuk Reserse,” ungkap Safaruddin. 

Dia membeber, untuk pengamanan ada 51 pos disiagakan, serta 37 pos pelayanan. Pos pengamanan sudah beroperasi sejak H-7 sampai H+7 Idulfitri.  Diharapkan, masyarakat dapat terlayani dengan baik menghadapi arus mudik dan arus balik di jalan raya, khususnya yang melewati jalan poros Balikpapan-Samarinda-Bontang-Sangatta.

Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Mahmud Samsul Hadi, menuturkan, salah satu faktor utama kecelakaan datang dari pengguna jalan. Meski ada faktor lain, seperti kendaraan, kondisi jalan, sampai kehendak alam. Pemegang otoritas sangat mewanti-wanti pengendara untuk selalu berhati-hati.
Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tetap berkonsentrasi saat berkendara. “Sebelum berangkat berdoa. Pastikan fisik dan psikis pengendara fit.

Jangan sampai fisik fit, tapi pikiran ke mana-mana. Itu malah bahaya,” kata dia. “Kendaraan juga harus laik. Rem pastikan tidak blong dan ban tak gundul,” lanjutnya.
Tak kalah penting, masyarakat yang hendak menempuh jalur darat diimbau untuk merencanakan waktu perjalanan. Semisal, jangan berangkat dari rumah menuju bandara dengan waktu mepet. Justru, itu membuat pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Disebutnya, itu menjadi faktor pemicu terjadinya kecelakaan.

COMMENTS

Name

Asal tau saja,9,Berita dunia,13,berita viral,12,Buton,4,Buton utara,1,daerah,10,dikbud-sultra,1,edukasi,1,Ekobis,2,Fokus,4,Foto Foto,1,hukum dan kriminal,12,Informasi anak,5,Infotainment,1,Islam,1,Junk Food,1,Kalosara,1,Kebakaran,1,kemenag-sultra,1,Kendari,11,Kesehatan,6,KK,1,Kolaka,2,kolaka timur,1,kolaka utara,2,Konawe selatan,1,konawe utara,2,konawe-kepulauan,1,Kosambi,1,KTP,1,Kuliner,6,manfaat buah,1,Mekongga,1,Muna,1,Narkoba,1,Nusantara,22,opini,2,palestina,3,pencabulan,6,politik,5,Pomalaa,1,Pulau weh,1,Ranomeeto,2,Registrasi SIM,1,Sail sabang,5,Samarinda,1,sayuran,1,Sejarah,1,sosial budaya,3,suku bugis,1,Suku Tolaki,1,Sulawesi tenggara,2,Sultra,19,Tangerang,3,Teknologi,4,Tempat wisata,8,unik,1,wakatobi,1,Zimbabwe,1,
ltr
item
Sultra News ~ Jaring Berita dan Informasi Terkini: Nekad bersihkan debu saat mobil sedang melaju, suami istri tewas dibukit tersenyum
Nekad bersihkan debu saat mobil sedang melaju, suami istri tewas dibukit tersenyum
Maut dibukit tersenyum,dua orang tewas dan tiga orang luka luka
https://1.bp.blogspot.com/-kRAlBFk3DMY/WVQNlscnSgI/AAAAAAAAM9A/g4V1V1IkmtsaQevZWLwmrKL9OPmTTzmuwCLcBGAs/s320/POLRES-BONTANG.png
https://1.bp.blogspot.com/-kRAlBFk3DMY/WVQNlscnSgI/AAAAAAAAM9A/g4V1V1IkmtsaQevZWLwmrKL9OPmTTzmuwCLcBGAs/s72-c/POLRES-BONTANG.png
Sultra News ~ Jaring Berita dan Informasi Terkini
http://www.sultra.news/2017/06/nekad-bersihkan-debu-saat-mobil-sedang.html
http://www.sultra.news/
http://www.sultra.news/
http://www.sultra.news/2017/06/nekad-bersihkan-debu-saat-mobil-sedang.html
true
7314439676555849227
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts + Index Baca berita... Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES POSTS View All Disarankan untuk anda Kategori ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy